Pemerintah Harus DUKUNG Penuh Tim Saber dalam mem-Berantas Ranjau Paku !!!

Foto: ini bukan Tim Saber tp Tim Touring ARC (dok-arc)

Foto: ini bukan Tim Saber tp Tim Touring ARC hehehee… (dok-arc)

ARC, Jakarta – Mengalami ban bocor saat melintas di jalanan Ibu Kota tentu membuat Anda kesal. Apalagi penyebabnya adalah tertusuk paku yang sengaja disebar oleh kriminal pencari keuntungan yang bekerjasama dengan tukang tambal ban. Waktu dan biaya Anda terbuang sia-sia.

Banyaknya korban ranjau paku inilah yang membuat Siswanto dan Abdul Rohim prihatin. Mereka, yang bukan siapa-siapa berinisiatif menjadi relawan pembersih ranjau paku. ‘Saber Community’ atau Komunitas Sapu Bersih dibentuk.

Aksi mereka mendapat apresiasi dari berbagai pihak meski bukan penghargaan yang mereka cari. Tak jarang mereka juga diincar para kriminal yang tidak senang dengan aksi menyapu ranjau itu.

Foto: Ini baru Tim Saber pemberantas Ranjau Paku.. Mantaabbss (motodream)

Foto: Ini baru Tim Saber pemberantas Ranjau Paku.. Mantaabbss (motodream)

Di saat hidup di kota besar semakin individualistis dan berorientasi materi, masih ada sosok-sosok yang tanpa pamrih, rela melakukan hal-hal yang tidak biasa, dan terkesan remeh temeh. Namun di balik itu, apa yang mereka lakukan sangat bermanfaat bagi sesama. Para relawan ini bekerja dengan hati, bukan berharap imbalan.

Ada kisah-kisah heroik yang menyentuh hati di balik aksi-aksi mereka seperti yang dilakukan pemuda Karang Taruna relawan banjir. Ada juga kisah seorang pejuang hak pejalan kaki yang dicaci pengendara motor yang melintas di trotoar.

Cerita komunitas Saber dan beberapa relawan tersebut itulah yang diangkat dalam tulisan tematik akhir pekan kali ini oleh redaksi merdeka.com. Kisah mereka semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk berbuat bagi sekeliling kita, meski dalam hal terkecil sekalipun.

Foto: Aksi Tim Saber Berantas Paku di Jalan Raya (otomotifnet)

Foto: Aksi Tim Saber Berantas Paku di Jalan Raya (otomotifnet)

Cara orang berbuat kriminal semakin bervariasi. Salah satunya menebar paku di jalanan agar pengendara yang melintas menjadi korban.

Melihat fenomena itu, tiba-tiba hati Abdul Rohim Saber (44), tergerak jadi relawan yang membersihkan paku-paku di jalanan. Dia bekerja tanpa pamrih. Dengan alat seadanya berupa magnet biasa, Abdul membersihkan paku-paku yang tersebar di jalanan Jakarta.

Dia tak sendiri, melainkan bersama seorang temannya. Dia yakin paku-paku itu sengaja pelaku kejahatan atau pemilik bengkel nakal.

Foto: Tim Saber dengan Paku yang didapat dari Jalan Raya... Wuuiihhh Banyak Ajjaa Bradersist.. (merdeka)

Foto: Tim Saber dengan Paku yang didapat dari Jalan Raya… Wuuiihhh Banyak Ajjaa Bradersist.. (merdeka)

Rupanya, keikhlasan hati Abdul ini banyak dilirik masyarakat luas. Dia lantas didukung membentuk satu komunitas yang disebut Komunitas Sapu Bersih Ranjau Paku (Saber Community). Saat pertama kali dibentuk, komunitas ini hanya terdiri dari Abdul, Siswanto dan Endang. Abdul menjadi ketuanya dan wakilnya Siswanto.

“Dulu terbentuk tanggal 11 bulan 8 tahun 2011,” ujar Abdul saat dihubungi merdeka.com, Minggu (10/3).

Aktivitas bersih-bersih paku itu mereka lakukan pada pagi hari sebelum berangkat kerja dan malam hari setelah pulang bekerja. Saat membersihkan, tak jarang mereka dibantu warga. Abdul bercerita, suatu hari saat sedang membersihkan paku di daerah Cideng, tiba-tiba masyarakat berbondong-bondong datang untuk menyumbang beberapa magnet.

“Dari masyarakat ada yang peduli untuk ngasih magnet,” kata Abdul.

Seiring berjalannya waktu, keanggotaan mereka kian bertambah. Hingga kini total anggota mencapai 40 orang, meski hanya sekitar 25 orang.

Abdul miris melihat kelakuan warga yang tak bertanggungjawab menyebar paku di jalanan. Pengalaman Abdul, pernah suatu hari ketika dia sudah membersihkan paku pukul 6 sampai 9 pagi, tapi sekitar sampai jam 11, paku sudah ada lagi.

“Pagi disapu siang ada lagi. Ranjau merata di wilayah DKI Jakarta, sedangkan anggota kita terbatas,” keluhnya.

Selama dua tahun menjadi relawan pembersih paku, ada empat titik yang menjadi lokasi langganan penyebaran paku. Yakni di Jalan Medan Merdeka Utara, lampu merah Jalan Medan Merdeka Barat, depan Gedung Sekretariat Negara (Sesneg) Jalan Majapahit dan wilayah Sesneg Jalan Veteran. Pekan lalu dia bersih-bersih di tempat itu, Abdul berhasil mengangkut sekitar 4 kwintal paku.

“Di daerah itu sangat rawan sekali. Sudah dipastikan banyak korban. Terlambat membersihkan 10 menit saja sudah banyak korban. Apalagi kalau kendaraan yang kecepatannya di atas 40 km/jam, sangat rawan menjadi korban,” jelas Abdul.

Foto: Tim Saber Beraksi... (inilah)

Foto: Tim Saber Beraksi… (inilah)

Abdul berharap peminat komunitas ini terus bertambah. Sebab, kejahatan penebar ranjau paku ini semakin memprihatinkan.

“Di Bekasi, model ranjau pakunya lebih berbahaya lagi, ban mobil bermerk radial saja bisa kena dan ban motor bisa robek,” ceritanya.

Dia heran, kenapa pemerintah malah memandang sebelah mata dengan kondisi lingkungan yang demikian. Selama ini, mereka mengelola komunitas ini dari kantong pribadi mereka.

“Tapi secara dana administrasi rutin belum ada, biasanya kita merogoh kocek masing-masing sendiri,” kisah Abdul.

Abdul berharap dukungan dari Gubernur Jokowi kepada komunitas ini. Dia yakin, jika komunitas ini digarap serius bukan hanya membersihkan paku tapi juga menertibkan oknum bengkel yang nakal.

“Harapan kami tidak muluk-muluk dari Pemda DKI Jakarta kerjasamanya dengan relawan Saber. Kami sendiri kerja tidak mungkin sendiri, kami hanya bisa sebatas meminimalisir. Tambal-tambal ban ini kan indikasinya mencari keuntungan dari korban ranjau paku ini. Nah ini nanti oleh pemda bisa ditertibkan jalur-jalur yang rawan ranjau itu,” tegasnya.

Sumber: Merdeka.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s