Motor Masuk Jalan Tol..??? Gimana dengan Tingkat Kecelakaan & Kemacetan Yaa..???

Foto: motor masuk tol (vivanews)

Foto: motor masuk tol (vivanews)

ARC, Jakarta – Gagasan Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk membuatkan jalur motor di dalam tol dinilai bertolak belakang dengan rencana transportasi masal di Jakarta. Rencana ini hanya akan menambah parah kemacetan di Ibu Kota karena memicu penggunaan sepeda motor.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan penggunaan jalan tol bagi sepeda motor sangat berbahaya bagi keselamatan. Seharusnya penggunaan sepeda motor harus dibatasi bukan dimanjakan.

“Ini kebijakan bukan untuk mengurangi kemacetan. Ini akan menambah kemacetan dan mempersempit ruang parkir di perkotaan, memicu penggunaan sepeda motor makin banyak dan tidak mendukung program transportasi massal,” ucap Djoko, seperti dikutip, Minggu (24/2/2013).

Foto: kalo kayak gini sih Riskan nih.. tau sendiri oknum biker indonesia nekad2 heheee... (ist)

Foto: kalo kayak gini sih Riskan kecelakaan nih.. tau sendiri oknum biker indonesia nekad2 heheee… (ist)

Ide Dahlan tersebut, tidak melanggar undang-undang karena sudah diatur dalam PP 44/2009 tentang perubahan atas PP 15/2005 tentang Jalan Tol. Pasal 1A pada jalan tol dapat dilengkapi dengan jalur tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan roda empat atau lebih.

Foto: Jembatan Tol Suramadu.. Naahh ini cocok dah buat di Indonesia (ist)

Foto: Jembatan Tol Suramadu.. Naahh ini cocok dah buat di Indonesia (ist)

Di Malaysia, sekitar 95 persen jalan tolnya dilengkapi dengan jalur sepeda motor yang terpisah dan gratis. Namun, tidak banyak sepeda motor yang lewat karena masyarakat Malaysia lebih sadar akan keselamatan yang rawan dengan sepeda motor.

“Di Indonesia saja dalam sehari ada sekitar 90 orang tewas di jalan, 72 persen pengguna sepeda motor. Di Jakarta setiap hari ada 3-4 orang pengguna sepeda motor tewas,” jelasnya.

Disisi lain, Kalangan produsen sepeda motor tak menampik banyaknya isu yang berhembus perihal kecelakaan maupun kemacetan yang melibatkan sepeda motor. Namun para produsen ini mempunyai pandangan berbeda mengenai banyaknya kecelakaan lalu lintas di jalan raya ini.

ilustrasi kecelakan motor (ist)

ilustrasi kecelakan motor (ist)

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata, menilai setidaknya terdapat dua kontributor utama penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas. Selain soal infrastrusktur, faktor lain adalah pengguna sepeda motor yang acapkali memodifikasi sendiri badan dan komponen sepeda motornya tidak sesuai standar.

“Memang ada suara-suara miring, sepeda motor penyebab kecelakaan, kemacetan. Tapi kalau kita mau jujur, sepeda motor ini korban. Pertama masalah infrastruktur. Kedua, pengendara mengabaikan cara-cara berkendara secara baik,” kata Gunadi, di Jakarta, seperti dikutip, Minggu (24/2/2013).

Dari 60 kawasan industri di Jabodetabek, AISI menganggap 40% sarana infrastruktur yang ada berfungsi setengah baik. AISI berpesan pada pemerintah daerah (Pemda) untuk tak merisaukan keberadaan sepeda motor yang selalu dianggap sebagai penyebab kemacetan.

Terkait kemacetan, produsen sepeda motor ini mengharapkan agar Pemda membuat rencana tata ruang wilayah (RTRW) dengan baik. Perencanaan ini diharapkan bisa meminimalisasi kemacetan yang terjadi. “Kalau kita tata baik, motor tak buat macet, kalau ingin mengendalikan itu tidak perlu,” kata dia.

Taka hanya kedua hal itu, produsen sepeda motor juga menyayangkan sikap para pengendara yang kerap kali tidak tertib berlalu lintas, mengganti lampu utama, knalpot, klakson, dan modifikasi lain yang tak sesuai standar. Modifikasi tanpa pengetahuan standar keselamatan inilah yang dituding mengganggu keselamatan jiwa pengendara sepeda motor dan pengguna jalan lainnya.

“Misalnya rantai. Rantai itu ada yang 7ribu perak. Apakah benar rantai 7ribu perak ini menjamin keselamatan? Jangan-jangan, kecelakaan yang terjadi selama ini karena hal ini. Ini yang kita mau cegah,” kata dia.

Foto: Nampang dulu aahh... ARC Team (belum semua nih, masih ada yg lain.. nanti deh Foto session yg lengkap)... hehheee (dokpri)

Foto: Nampang dulu aahh… ARC Team (belum semua nih, masih ada yg lain.. nanti deh Foto session yg lengkap)… hehheee (dokpri)

Sumber: merdeka & spc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s