ARC Gelar Aksi Peduli Korban Banjir di Awal 2013

kardus disusun diatas motor Team Aksi Peduli Korban Banjir ARC

kardus disusun diatas motor Team Aksi Peduli Korban Banjir ARC

ARC, Jakarta – Banjir Kepung Jakarta… Banjir Landa Jakarta… Jakarta Kebanjiran… 10 Hari belakangan ini sering kita dengar dan lihat dimedia cetak, online atau televisi. Namun sayang diawal2 bencana banjir terjadi, berita yang tidak berimbang menjadikan beberapa tempat dilanda banjir cukup parah tak terdeteksi dan membuat kita tak mengetahui keadaan yang sebenarnya, seperti didaerah Kapuk, Tegal Alur – Cengkareng, Tangerang dan daerah lain yang tidak kita ketahui.

ARC mengadakan rapat koordinasi pada malam minggu 19 Januari 2013 dirumah bro Trias. ARC terdorong untuk mengetahui dimana saja daerah yang terkena banjir dan kekurangan Logistik. Tanggal Aksi Peduli Korban Banjir pun ditetapkan Kamis, Tgl 24 Januari 2013 (Touring ke Sawarna diganti dengan Aksi Peduli Korban Banjir). Sasaran awal kami Kapuk dan Cengkareng namun ternyata menurut anggota ARC yang berada disana banjir sudah berlalu dan logistik sudah lumayan banyak dari swasembada masyarakat. Akhirnya pada hari minggu tanggal 20 Januari 2013, seorang kawan ARC memberikan info bahwa di daerah Kresek –Mauk Tangerang masih dilanda Banjir sedalam 2 meter.

Hari rabu, 23 Januari 2013 ARC mengontak penghubung yaitu Dandung, seorang mahasiswa Mapala Unis Syekh Yusuf Cikokol Tangerang. Dari Dandung, ARC dapat info berharga tentang keadaan di Kresek dan sekitar Mauk, menurut Dandung Rabu, 23 Januari 2013 itu daerah Kresek Mauk sudah surut dan Banjir masih melanda di daerah Desa Jenggot Mekar Baru Mauk Tangerang. Dalam 4 hari ARC mengumpulkan dana dari anggota dan Kawan2 ARC, Alhamdulillah terkumpul dana Rp. 2.345.000,-. Dana yang terkumpul dalam waktu singkat tersebut kami bagi untuk Korban Banjir di desa Jenggot, Mekar Baru Tangerang dan Rawa Baru Tanah Abang.

AKSI PEDULI PERTAMA

Aksi Peduli Korban Banjir Pertama. Kamis, 24 Januari 2013, Sasaran Desa Jenggot, Mekar Baru –Tangerang. ARC Tikum di SPBU seberang Ramayana Ciledug, Jam 9.00 Pagi. Dengan Team Ketua Bro iwan beserta istri, RC –Bro Trias beserta istri, Bro Dede, Sist Anni dan Bro Ajay beserta boncenger-nya (rider tamu -Ketua BM2C). Jam 9.20 Kami berangkat menuju titik pertemuan dengan Dandung di Kampus Unis Syekh Yusuf, Cikokol, Tangerang. Sampai di Unis tanpa buang waktu, ARC langsung berdiskusi kecil dengan Dandung dan langsung memutuskan berangkat ke TKP Desa Jenggot, Mekar Baru, Tangerang Banten (estimasi waktu menurut Dandung.. 1 Jam 45 menit). Melalui jalur tangerang melewati Cibodas lalu Jatiuwung sampai Balaraja, Cukup banyak mobil-mobil besar, baik Truk besar maupun Bus beserta Angkot yang tumpah ruah. Plus jalanan tangerang yang 35 % berlubang dan bergelombang.

Team ARC diterima Ketua Tagana, Bapak Heri

Team ARC diterima Ketua Tagana, Bapak Heri

Tiba di Jembatan layang Balaraja kami ambil kiri memutar balik ke arah kanan ke daerah Mauk Tangerang, Jalan didaerah sini Relatif baik dan bagus (sudah hotmix dengan pemandangan sawah hijau membentang, yaa mirip-mirip daerah Bogor arah Gunung Salak lah). Sampai di pertigaan Cangkir kami putuskan untuk istirahat plus membeli Logistik Bantuan yang kami akan sampaikan. Beras, Mie Instant, Susu, Sarden, Pampers, Softex, Obat2an, Biskuit, Air Mineral dan bahan makanan lainnya.

Setelah ikat-ikat semua kardus logistik dimasing-masing motor team Aksi Peduli Korban Banjir ARC, kami lanjutkan perjalanan sekitar 15 menit ke Desa Jenggot, Mekar Baru, Mauk Tangerang –Banten. Tiba di TKP kami disambut Ketua Tagana, Bapak Heri, di Posko Banjir Desa Jenggot (Kantor Lurah Desa jenggot). Dari situ kami disarankan langsung membawa bantuan ke Pak RT yang masih terendam daerahnya. Tak terlalu jauh dari kantor Lurah kami langsung belok Kiri melalui jalan kecil hotmix. Kami dibuat kaget oleh jalan yang hilang didepan kami, ternyata jalan masih terendam dan lumayan dalam serta panjang. Kedalaman banjir masih 70 cm dan panjang sekitar 200 meter. Kami pun harus menerabas Banjir dan Alhamdulillah dengan keyakinan Team ARC bisa melibasnya dengan baik dan tidak ada yang mogok.

Team ARC melibas Banjir

Team ARC melibas Banjir

Namun sayang, motor kami terhenti tak bisa masuk ke Kampung Pondok Etan Desa Jenggot, Mauk Tangerang Banten. Banjir dihadapan kami semakin dalam dan Team ARC harus menghentikan laju motor dan berpindah ke alat transportasi yang mumpuni lalui banjir hampir sedada orang dewasa yaitu Getek darurat yang terbuat dari Bambu.

Team Naik Rakit Bambu ke TKP

Team Naik Rakit Bambu ke TKP

naik rakit

naik rakit

menikmati naik rakit

menikmati naik rakit

Setelah berdiskusi dengan Team ARC dan Tagana akhirnya beberapa perwakilan ARC diantarkan ke TKP dengan Getek darurat yang terbuat dari Bambu. 6 perwakilan ARC diputuskan menaikin getek dengan dibagi 2 kloter pemberangkatan (kayak naek haji yaa… hehee). Team pertama yang menyebrang yaitu Ketua ARC dan sang istri sist Resti beserta Bendahara ARC sist Anni Chihui, dan kloter kedua terdiri dari Wakil Ketua ARC Bro Dede, RC ARC Bro Trias dan Kawan dari BM2C.

mendekati TKP, banjir masih sepaha

Pak RT di tempat TKP Pengiriman Bantuan (mendekati TKP, banjir masih sepaha)

Sampai di TKP kami diterima dirumah penduduk yang biasa digunakan sebagai Posyandu atau Puskemas desa yaitu dirumah seorang Dokter. Barang bantuan kami setelah diinventarisir (dicatat gitu maksudnya bradersist) oleh Ketua Tagana Bapak Heri, diletakkan di musholla Nurul Jannah yang relatif bersih dari sisa2 banjir. Terlihat beberapa ibu dan anak memperebutkan pakaian 2nd yang kami bawa.

Mendengar penjelasan mengenai banjir dan seluk beluk bantuan ada beberapa point yang kami tangkap, diantaranya yaitu…. Pertama, Warga mengeluhkan sikap kepala desa yang enggan “blusukan” menengok warganya bahlan kalah sama pak Camat yang notebene atasan kepala desa (lurah). Kedua, Warga sempat menceritakan banyak Bantuan Logistik yang hilang di Posko (kantor lurah) dengan menyebut “dikantor lurah banyak tikus nyingnyingnya pak, banyak yang hilang itu bantuan, sampai akhirnya pak camat inisiatif mengganti kunci dan memegang sendiri kuncinya.” Ketiga, Warga mengeluhkan tidak ada bantuan dari Gubernur Banten dan mengatakan salut sama Jokowi yang “Blusukan”. Keempat, Warga mengeluhkan tidak bisa mencari nafkah dikarenakan jalur perahu kelaut tertutup dan tertahan Jembatan yang tertutup air. Kelima, memohon do’a agar Bencana Banjir bisa berlalu dan mereka bisa mencari Nafkah kembalki kelaut. (info: kebanyakan warga bermata pencarian nelayan dikarenakan memang dekat kelaut +/- hanya 2 atau 3 Km saja kelaut).

Selesai mendengarkan segala hal yang terkait dengan banjir dan perut sudah merasa keroncongan kami pun berpamitan (maklum saat itu udah waktunya makan siang heheehee..). Kami pamit dengan meninggalkan Bantuan dari Kawan2 ARC dan Do’a agar bencana segera berlalu.. Aamiin. Team pun selamat sampai dirumah masing-masing.

AKSI PEDULI KEDUA

Aksi Peduli ARC kedua

Aksi Peduli ARC kedua

Minggu, 27 Januari 2013, ARC kembali lakukan Aksi Peduli Korban Banjir. Kali ini kami mendatangi daerah Rawa Bambu Tanah Abang, yang sempat terendam Banjir setinggi leher orang dewasa (tanggul dibawah Jembatan Jl Tali Jebol). Team Kali ini terdiri dari, Ketua ARC bro iwan beserta istri, Wakil Ketua bro Dede beserta pasangan, Bro Trias beserta istri, Bendahara ARC Sist Anni Chihui, Bro Ridwan, Bro Hengky dan Bro Deddy.

Kali ini Tikum dirumah Bro Trias didaerah Kemanggisan, hanya perlu 10 menit saja sudah sampai ke TKP. Kami melihat sisa2 banjir masih terasa disana, ada garis bekas air, lembabnya tanah, dan barang2 seperti kulkas masih berada diatas meja. Sungguh pemandangan yang luar biasa bikin hati terenyuh. Bantuan kami berikan ke seorang Guru (pahlawan tanpa tanda jasa yang mencetak orang2 hebat negeri ini).

Team ARC tiba di TKP

Team ARC tiba di TKP

Menurut penuturan ibu guru yang kami temui, Air datang dengan tiba-tiba dan langsung merendam semua barang yang ada dirumah (kami langsung membayangkan kejadian banjir Plaza UOB, ngerriii…). Air merendam daerah itu lumayan lama sekitar 5 hari. Semua barang terlambat diselamatkan, acak2anlah kondisi rumah dan sekitarnya.

makan siang penutup Aksi ARC

makan siang penutup Aksi ARC

Selesai berbincang2 dengan ibu guru langit Jakarta mulai mendung merona (awan gelap menggantung dilangit Jakarta). Kami berpamitan dan mencari tempat makan untuk mengevaluasi catatan dana Bantuan sambil berbincang-bincang rencana Kopdar sambil bawa keluarga ke Ocean Park dan Jadwal Touring selanjutnya. (Touring Sawarna yang semula dijadwalkan 24 Januari 2013, ARC batalkan dan dana yang terkumpul kami alihkan sebagian ke Aksi Peduli ARC).

Team ARC Aksi Peduli

Team ARC Aksi Peduli

parkiran

Jajaran Team ARC Aksi Peduli Kedua di parkiran

Bersama dengan ini ARC mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya kepada para Team Aksi Peduli Korban Banjir dan Kawan-kawan diluar ARC yang sudah membantu dan menitipkan serta mempercayai dana sumbangan kepada ARC. Sekali lagi Terima Kasih. Buat Team ARC… Lanjutkan perjuangan, ini baru permulaan, tunjukkan jiwa sosialmu kawan..!!!

Tips lalui Banjir ala ARC: 

  • Pastikan Motor dalam keadaan Fit.
  • Pastikan kedalaman Air (jika yakin bisa melaluinya silahkan jika tidak putar balik saja).
  • Pastikan jalan yang akan dilalui aman dari lubang dan jangan berada di belakang mobil (karena ada gelombang yang ditimbulkan bisa bikin goyang motor).
  • Betot gas tidak terlalu tinggi dan rendah serta Gas harus tetap Konstan dengan Gigi perseneling berada di Gigi 1 (rendah).
  • Jaga keseimbangan motor dari kemungkinan gelombang atau arus yang muncul.

Salam Safety Ride,

Ketua ARC

Iwan Galuh ARC-008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s