Aturan Penggunaan Sirine dan Strobo

Sirbo

ARC, Jakarta – Hallo Bro and Sist, kali ini ARC mencoba menyuguhkan Aturan mengenai penggunaan Sirine dan Strobo. ARC melarang anggota untuk menggunakan Sirine dan Strobo.

Dalam obrolan ringan di Guci Tegal Ketua ARC Bro Iwan dengan Humas ARC Bro Trias menyepakati Kuda Besi ARC Tidak Perlu memasang dan menggunakan Sirine dan Strobo. Kenapa begitu ?

Begini menurut Humas ARC, Bro Trias: “Dulu gw pasang dan pake Sirbo di Tiger gw bro, beuh gagah bener tapi itu pikiran gw zaman dulu, gw juga dulu sering jadi Patwal tapi kalo sekarang ini gw sadar ga perlulah pake Sirbo karena yang berhak pake tuh SirBo udah diatur dalam UU Lalin.” Ketua ARC, Bro Iwan menimpali “iyalah Ga perlu bro, udah ga zaman pake Sirbo dan Arogan di Jalan. Kita kudu Hormati dan Hargai pengguna jalan lain, mereka juga berhak gunakan jalan yang kita pake toh..??”.

Sebagai info buat Kawan-kawan Bikers, Ini Dia Pasal 59 Undang-Undang Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009, dan PP No. 44 Tahun 1993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi.

Pasal 59 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009

(1) Untuk kepentingan tertentu, Kendaraan Bermotor dapat dilengkapi dengan lampu isyarat dan/atau sirene.

(2) Lampu isyarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas warna: a. merah; b. biru; dan c. kuning.

(3) Lampu isyarat warna merah atau biru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b serta sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai tanda Kendaraan Bermotor yang memiliki hak utama.

(4) Lampu isyarat warna kuning sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c berfungsi sebagai tanda peringatan kepada Pengguna Jalan lain.

(5) Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:

a. lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia;

b. lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah; dan

c. lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan, prosedur, dan tata cara pemasangan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

PP No. 44 Tahun 1993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi

Pasal 65

Dilarang memasang lampu pada kendaraan bermotor, kereta gandengan atau kereta tempelan yang

menyinarkan :

a. cahaya kelap-kelip, selain lampu penunjuk arah dan lampu isyarat peringatan bahaya;

b. cahaya berwarna merah ke arah depan;

c. cahaya berwarna putih ke arah belakang kecuali lampu mundur.

Pasal 66

Lampu isyarat berwarna biru hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :

a. Petugas penegak hukum tertentu.

b. Dinas pemadam kebakaran.

c. Penangulangan bencana.

d. Ambulans.

e. Unit palang merah.

f. Mobil jenazah.

Pasal 67

Lampu isyarat berwarna kuning hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :

a. Untuk membangun, merawat, atau membersihkan fasilitas umum.

b. Untuk menderek kendaraan.

c. Untuk pengangkut bahan berbahaya dan beracun, limbah bahan berbahaya dan beracun, peti kemas dan alat berat.

d. Yang mempunyai ukuran lebih dari ukuran maksimum yang diperbolehkan untuk dioperasikan di jalan.

e. Milik instansi pemerintah yang dipergunakan rangka keamanan barang yang diangkut.

Begitu juga POLDA METRO JAYA melalui website resminya menyebutkan :

Bagi pemilik kendaraan pribadi dilarang membunyikan sirine dan memasang lampu rotator jika tidak termasuk dari golongan tersebut di atas (yang masuk dalam golongan tersebut diatas pada PP nomor 44 Tahun 1993.red).

Sudah jelaskan Bro and Sist mengenai Sirine dan Strobo..?? Nyook ah kita saling hormat dan hargai sesama pengguna jalan raya. Tidak boleh Arogan dan tetap jaga keselamatan kita bersama, bahasa sundanya sih “Safety Ride First”.

Salam Safety Ride,

Post by: iwan galuh ARC-008

8 thoughts on “Aturan Penggunaan Sirine dan Strobo

  1. Pingback: Aturan Penggunaan Sirine dan Strobo | cheftrias's Blog

    • To Bro Dimas:…

      Thanks berat Mas bro dah sempat mampir ke Blog ARC… Pada dasarnya yang berhak menggunakan Strobo sudah Jelas ada di Peraturan diatas… Warna apapun Strobo itu Sebaiknya sih Jangan gunakanlah bro… “Ga elok” kata om bro Edo Rusyanto (Presiden RSA (Road Safety Association) via BBM ane nih… Soo… Keep Safety Ride Bro…
      Mohon maaf kalo penjelasan ARC tidak berkenan dihati mas bro….

      Salam Safety Ride,

      ARC

  2. To Bro Dimas:…

    Thanks berat Mas bro dah sempat mampir ke Blog ARC… Pada dasarnya yang berhak menggunakan Strobo sudah Jelas ada di Peraturan diatas… Warna apapun Strobo itu Sebaiknya sih Jangan gunakanlah bro… “Ga elok” kata om bro Edo Rusyanto (Presiden RSA (Road Safety Association) via BBM ane nih… Soo… Keep Safety Ride Bro…
    Mohon maaf kalo penjelasan ARC tidak berkenan dihati mas bro….

    Salam Safety Ride,

    ARC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s