Touring Perdana ARC, Guci-Tegal Jadi Tujuan (2)

Perbatasan Jabar – Jateng, Mantaabbss

ARC, Jakarta – Hallo Bro and Sist.. Sambung lagi catatan Touring Perdana ARC nih… Selamat menikmati..

Puas Makan besar dan cukup istirahat di Mushola RM Pringsewu, team ARC sempat berdiskusi dan menanyakan Rute terdekat dari RM Pringsewu Banjar menuju Guci Tegal. Setelah mendapatkan penjelasan dan melihat peta, Team Touring ARC pun bergegas ngegass lagi jelajahi 200an Km menuju Guci Tegal.

Baru berjalan kurang lebih 15 menit kami disodorkan rambu petunjuk “Jalur Alternatif Purwokerto-Tegal”, Team menanyakan ke seorang bapak di pangkalan ojek. Bapak itu menjelaskan jalur alternative ini lebih dekat dari pada harus melalui “Wangon”, demi menyingkat waktu kami tak berdiskusi banyak langsung mengikuti petunjuk bapak tadi.

Amazing… indah.. Bikers n Ladies Boncengernya Match sama Pemandangannya…

Memasuki perkampungan khas daerah perbatasan Jateng yang masih asri karena tiap halaman rumah pasti punya pohon mangga yang buahnya lebat dan kondisi jalan yang mulus serta sepi dari aktifitas warga sehingga kami bisa memacu laju 50-60 Kpj. Selepas perkampungan kami memasuki perkebunan dan hutan dimana jalan menanjak dan terus menanjak dengan kemiringan 45 derajat dengan jarak lumayan tinggi (Puncak mah ga ada apa2nya deh). Beberapa menit ke depan kami dikejutkan alangkah indahnya sangat pemandangan memasuki hutan ini dan Team menghentikan laju sesaat tuk bernarsis ria.. heheheee. “di Jakarta ga bakalan dapet pemandangan begini”. Ujar Bro Trias diamini oleh Bro Ridwan, Big Bro Mike, Bro Dede, Bro iwan, Sist Resti dan Sist Ria.

Sebelum masuk hutan narsis dulu… hehee

Selesai sesi foto2 untuk dokumentasi kami mulai memasuki hutan, 10 menit berjalan masih mulus jalan namun selepas itu eng ing eeng jleger kondisi jalan Off Road dimulai Lubang lumayan besar disana-sini bahkan sebagian jalan kondisinya hanya kerikil dan tanah, beruntung hari itu tidak hujan sehingga jalan masih dibilang bersahabat untuk kondisi motor kami yang memang tidak didesign untuk Off Road dapat melibasnya dengan baik. Sekitar jam 3.30 sore kami istirahat sejenak di warung kelapa muda untuk memulihkan tenaga selama 2,5 jam melibas jalan Off Road.

Jelang Jam 4 kami jalan lagi jalan mulus langsung kami dapati namun kelokannya ekstrim banget bro and sist rata2 mirip tapel kuda berbentuk huruf U yang memaksa kami harus ekstra hati-hati dan memperlambat laju Team. Sekitar Jam 5.15 sore akhirnya kami keluar dari Jalan yang kami sebut “Membelah Gunung” karena memang Tanjakan dan Turunan Terjal sekali dan beberapa kali kami berada diaatas puncak ketinggian gunung yang kami lalui. Amazing pasti dan lelah pun terasa, namun Team tak patah semangat yang ada di otak Cuma Pemandian Air Panas Guci..!!! Semangat masih tinggi walaupun sudah riding selama +/- 17 Jam. Di Jalur Utama yang membelah antara Utara dan Selatan Jateng kami bermaksud menyingkat waktu kembali dengan menanyakan Rute ke seorang bapak ditepi jalan. Gotcha katanya tinggal 1 jam lagi kurang lebih.

Indahnya pemandangan gunung Selamet dari kejauhan di Sore hari jelang maghrib..

Mengikuti petunjuk dari bapak tadi kami masuki perkampungan dan masuk ke perkebunan dan ternyata tanjakan atau turunan ekstrim masih harus kami lalui. Menjelang maghrib kami istirahat sejenak sebentar di Indomart bermaksud membeli perbekalan selama di Villa nanti, karena kami yakin sudah sangat dekat dengan Guci tujuan kami. Tak disangka ada warga sekitar yang sedang berbelanja di indomart berbincang-bincang dengan Bro Mike dan berbaik hati ingin mengantarkan kami sampai ke perbatasan kampung menuju Guci. “Biar saya antar gapapa mas-mas, daripada nanti disasarin orang mending saya antar”, ujar bapak tadi. Selesai berbelanja kamipun diantarkan oleh bapak tadi menuju perbatasan tempat wisata Guci dan ternyata memang sudah sangat dekat, Cuma perlu waktu 8 menit sudah sampai jalan menuju ke Guci dengan ditemani suara Adzan Maghrib dari kejauhan.

Tiket masuk pemandian alam air panas Guci Tegal

Alhamdulillah tepat Jam 6.15 Sore kami tiba di gerbang Guci, dengan membayar Rp 6.400 per orang kami bisa menikmati Pemandian alami sepuasnya kata penjaga tiket. Tanpa ba bi bu kami langsung berniat menuju pemandian namun apa dikata gelap dan tidak memungkinkan kami memutuskan cari Villa yang memang sejak kami masuk puluhan warga menawarkan Villanya kepada kami mulai dari anak muda sampai wanita2 cantik berdiri didepan Villa dengan pintu terbuka dan ada tulisan “ada kamar kosong”.

Alhamdulillah kami dapat Villa yang lumayan bagus dan enak, “Villa Venus” namanya. Harga awal Rp. 100.000/kamar dengan jam check out jam 1 siang. Negosiasi harga kami serahkan kepada para wanita boncenger sist Resti dan sist Ria. Namun rupanya Big Bro sudah ga sabar pengen bersih2 dan merebahkan diri diatas kasur, akhirnya Big Bro turun tangan dan disepakatilah harga 350.000 untuk 3 kamar dengan Check out Jam 3 sore plus Rp 10.000 utk uang tips pengantar warga tadi (komisi mah yang kelola kamar yang bayar).

suasana dalam Villa tempat ARC menginap.. bersih dan enak serta nyaman

Team rehat bentar duduk-duduk sambil nonton tipi dan ngobrol bebas tanpa syarat, ada sebagian yang mandi dan Shalat Maghrib. Setelah shalat isya Perut mulai terasa miring lagi (maklum makan siang jam 11 siang bro n sist). Team tanpa dikomandoi langsung berangkat rame-rame mencari tempat makan yang enak. Tiba diparkiran ada pengunjung yang menggunakan mobi Honda jazz dari Jakarta juga membisikkan sesuatu ke Bro Trias “Mas kalo mau makan di warung belakang aja enak dan murmer”, begitu katanya.

Tak perlu waktu lama kami masuk ke sebuah warung disitu ada ibu yang sudah cukup berumur seorang diri, Ibu Idris sesuai nama warungnya dengan sabar dan ramah menerima kami dan melayani semua menu kami yg bervariatif. Ada yang pesan Tongseng Kambing, Gule kambing, Nasi rames, Bahkan Bro Trias yang berprofesi sebagai Chef pesan 2 menu Gule Kambing dan Nasi Goreng Kambing. “Maklum bro abis perjalanan jauh”, kilah bro Trias, yang disambut tawa oleh kawan-kawan ARC lainnya. Memang benar apa kata bro Trias, ARC sudah 17 Jam perjalanan dari Restart di Cilebut, dan Total Ride dari Tikum SPBU Pondok Indah 19 Jam.

suasana di warung makan ibu Idris dengan menu serba Kambing

Makan malam yang penuh Keceriaan dan Keakraban, sampai-sampai tak terlihat sedikitpun kelelahan diwajah Semua Team Touring . Selesai makan bro Ridwan membeli kaos di kios souvenir “buat besok pagi” kata bro Ridwan… yang memang selama Perjalanan Touring 1x ganti pakaian karena Lepek keringet hehehee.

Kenyang sudah perut terisi sambil nonton tipi Team ARC ngobrol bebas tanpa syarat lagi tak terasa Sang ketua terlelap lebih dahulu diikuti oleh anggota yang lain dan yang terakhir Bro Trias. Pulas dan nyenyak malam itu serasa nikmat ditengah-tengah udara yang lumayan dingin bro n sist (tp lebih dingin Dieng sih).  To Be Continue…..

Sampai sini dulu Catatan Touring kali ini yah bro n sist.. nyambung ke Catatan Touring ke 3 nanti. Terima Kasih dan selipkan komennya yah..

Post by: iwan galuh ARC-008

12 thoughts on “Touring Perdana ARC, Guci-Tegal Jadi Tujuan (2)

  1. Pingback: Touring Perdana ARC, Guci-Tegal Jadi Tujuan (2) | cheftrias's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s